Pada tahun 2025, di tengah penyesuaian mendalam terhadap pola pasokan dan permintaan pasar fotovoltaik global, industri fotovoltaik Tiongkok akan mengalami pertumbuhan terobosan di pasar Afrika. Data bea cukai menunjukkan bahwa pada tahun 2025, volume ekspor modul fotovoltaik Tiongkok ke Afrika akan meningkat signifikan secara year-on-year, menjadi sorotan dalam peta perdagangan fotovoltaik global. Hal ini tidak hanya membuka kurva pertumbuhan baru bagi perusahaan fotovoltaik Tiongkok, tetapi juga menjadi mesin penting yang mendorong transformasi energi di Afrika.
1. Pertumbuhan Kontrarian: Pasar Afrika Menjadi Pilar Baru Ekspor Fotovoltaik Tiongkok
Pada tahun 2025, ketika ekspor modul fotovoltaik Tiongkok menghadapi tantangan di pasar tradisional, pasar Afrika akan muncul sebagai kekuatan baru yang menunjukkan ketahanan pertumbuhan yang kuat. Menurut data dari Asosiasi Industri Fotovoltaik Tiongkok, ekspor modul fotovoltaik Tiongkok ke Afrika pada paruh pertama tahun 2025 meningkat 47,5% secara tahunan, dan total volume ekspor sepanjang tahun melebihi 18 GW, atau meningkat lebih dari 50% dibandingkan tahun 2024. Tingkat pertumbuhan ini jauh melampaui tingkat rata-rata global untuk ekspor modul fotovoltaik, sehingga menjadikan Afrika pasar regional tercepat pertumbuhannya untuk ekspor modul fotovoltaik Tiongkok.
Dari perspektif nasional, permintaan terhadap modul fotovoltaik Tiongkok di negara-negara Afrika menunjukkan tren pertumbuhan yang meluas di berbagai negara. Sebagai negara tradisional penerapan pembangkit listrik fotovoltaik di Afrika, Afrika Selatan akan mengimpor lebih dari 3 GW modul fotovoltaik Tiongkok pada tahun 2025, sehingga tetap menjadi negara pengimpor modul fotovoltaik Tiongkok terbesar di Afrika. Berkat lokasi geografisnya yang strategis serta kebijakan kawasan perdagangan bebas, volume impor Mesir meningkat lebih dari 200% secara tahunan, menjadikannya negara pengimpor modul fotovoltaik Tiongkok terbesar kedua di Afrika. Aljazair, Sudan, Tunisia, dan negara-negara lainnya juga mencatat pertumbuhan lompatan dalam volume impor; volume impor bulanan Sudan melonjak 4023% secara tahunan pada Juni 2025, sementara Tunisia menempati peringkat sebagai pengimpor terbesar keenam di Afrika dengan volume impor tahunan sebesar 655 megawatt.
Berbeda tajam dengan pasar tradisional, volume ekspor Tiongkok ke pasar ekspor fotovoltaik tradisional—seperti Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Latin—akan menurun masing-masing sebesar 12,3%, 14,9%, dan 16,8% pada tahun 2025. Di tengah perlambatan umum pasar fotovoltaik global, pertumbuhan kontrarian di pasar Afrika telah memberikan dorongan kuat bagi industri fotovoltaik Tiongkok, sehingga menjadi pilar penting yang mendukung stabilitas ekspor fotovoltaik Tiongkok.
2. Permintaan meledak: Transisi energi Afrika memicu pasar yang sangat besar
Pertumbuhan eksplosif pasar Afrika disebabkan oleh kebutuhan mendesak akan energi bersih di tingkat lokal serta percepatan promosi transformasi energi. Menurut International Energy Agency, hampir 600 juta orang di Afrika masih belum memiliki akses listrik yang stabil, dengan konsumsi listrik per kapita hanya 1/7 dari rata-rata global. Di saat yang sama, negara-negara Afrika secara aktif menetapkan target pengembangan energi terbarukan. Mesir mengusulkan proporsi energi terbarukan mencapai 42% pada tahun 2035, Afrika Selatan berencana mewujudkan kapasitas terpasang energi terbarukan sebesar 20 GW pada tahun 2030, dan Kenya menetapkan tujuan untuk mencapai pasokan energi terbarukan 100% pada tahun 2030.
Modul fotovoltaik Tiongkok telah menjadi pilihan utama negara-negara Afrika dalam mencapai tujuan transisi energi mereka, berkat efektivitas biaya yang tinggi, kualitas yang andal, serta keunggulan rantai pasok industri yang lengkap. Di ibu kota Uganda, Kampala, panel surya buatan Tiongkok memenuhi toko-toko produk elektronik dan menjadi pilihan utama warga setempat untuk mengatasi permasalahan kelistrikan mereka. Di wilayah pedesaan Negara Bagian Kano, Nigeria, sistem mikrogrid fotovoltaik yang disediakan perusahaan Tiongkok telah memungkinkan pabrik pengolahan wijen setempat beroperasi tanpa terputus selama 22 jam, sehingga meningkatkan secara signifikan efisiensi produksi serta manfaat ekonominya. Di sebuah stasiun kereta api di Guinea, proyek mikrogrid fotovoltaik yang dibangun perusahaan Tiongkok telah menyediakan pasokan listrik hijau yang stabil bagi stasiun tersebut dan wilayah sekitarnya, sehingga mengatasi permasalahan kelistrikan yang telah berlangsung lama di daerah tersebut.
Selain itu, serangkaian kebijakan menguntungkan yang diperkenalkan oleh pemerintah Afrika telah lebih lanjut mendorong impor modul fotovoltaik asal Tiongkok. Banyak negara Afrika memberikan kebijakan preferensial, seperti pembebasan pajak, dukungan subsidi, dan proses persetujuan yang disederhanakan untuk proyek-proyek fotovoltaik, sehingga menarik sejumlah besar perusahaan fotovoltaik Tiongkok untuk memasuki pasar Afrika. Sementara itu, mekanisme multilateral seperti Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika juga telah menyediakan lingkungan kebijakan yang kondusif serta dukungan platform bagi kerja sama fotovoltaik Tiongkok-Afrika.
3. Inovasi model: Perusahaan fotovoltaik Tiongkok terlibat secara mendalam di pasar Afrika
Dihadapkan dengan peluang besar di pasar Afrika, perusahaan fotovoltaik Tiongkok tidak lagi terbatas pada ekspor produk secara sederhana, melainkan secara aktif menjelajahi berbagai model kerja sama, seperti produksi lokal, kerja sama teknologi, dan layanan rantai pasokan penuh, sehingga mewujudkan transformasi dari "ekspor produk" menjadi "ekspor model".
Produksi lokal telah menjadi langkah penting bagi perusahaan fotovoltaik Tiongkok untuk mengembangkan pasar Afrika secara mendalam.
Kerja sama teknis dan solusi yang disesuaikan juga merupakan faktor kunci bagi perusahaan fotovoltaik Tiongkok dalam menjelajahi pasar Afrika. Sebagai tanggapan terhadap jaringan listrik yang tidak stabil dan kondisi pencahayaan yang kompleks di sebagian wilayah Afrika, perusahaan Tiongkok telah meluncurkan sistem mikrogrid yang mengintegrasikan susunan fotovoltaik, penyimpanan energi baterai, serta cadangan diesel, guna menyediakan solusi pasokan listrik yang andal bagi wilayah terpencil di Afrika. Model sukses "keterkaitan energi fotovoltaik dan penyimpanan energi" yang telah diterapkan di negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi juga telah diperkenalkan ke Afrika. Perusahaan Tiongkok menggabungkan teknologi fotovoltaik dan penyimpanan energi untuk memberikan solusi energi yang lebih stabil dan efisien bagi pelanggan di Afrika.
Peningkatan kapabilitas layanan di seluruh rantai pasok industri telah semakin memperkuat daya saing perusahaan fotovoltaik Tiongkok di pasar Afrika. Mulai dari desain proyek, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan, perusahaan Tiongkok mampu menyediakan layanan terpadu (one-stop) bagi pelanggan di Afrika. Di Zambia, PWSOLAR berkolaborasi dengan perusahaan lokal untuk mendorong transformasi hijau tambang Zambia melalui solusi teknologi jaringan mikro terintegrasi dan energi baru. Model layanan rantai pasok penuh ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pelaksanaan proyek, tetapi juga memenangkan kepercayaan dan pengakuan pelanggan Afrika terhadap perusahaan Tiongkok.
4. Memandang ke depan: Kerja sama fotovoltaik Tiongkok–Afrika memiliki prospek yang luas
Pertumbuhan ekspor modul fotovoltaik Tiongkok ke Afrika yang sangat pesat pada tahun 2025 hanyalah awal dari kerja sama fotovoltaik Tiongkok–Afrika. Dengan percepatan transisi energi di Afrika dan terus dalamnya kerja sama Tiongkok–Afrika, prospek kerja sama fotovoltaik Tiongkok–Afrika akan semakin luas.
Dari sudut pandang potensi pasar, pasar fotovoltaik Afrika masih berada pada tahap awal pengembangan dan memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar di masa depan. Menurut prediksi Asosiasi Industri Tenaga Surya Afrika, kapasitas terpasang fotovoltaik di Afrika akan mencapai lebih dari 100 GW pada tahun 2030. Artinya, pasar fotovoltaik Afrika akan mempertahankan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata lebih dari 20% dalam lima tahun ke depan, sehingga memberikan peluang pasar yang berkelanjutan bagi perusahaan fotovoltaik Tiongkok.
Dari sudut pandang model kerja sama, kerja sama fotovoltaik Tiongkok–Afrika akan diperluas ke tingkat yang lebih dalam dan bidang yang lebih luas. Selain ekspor produk dan produksi lokal, kerja sama di bidang-bidang seperti penelitian dan pengembangan teknologi, penetapan standar, serta pembinaan sumber daya manusia akan terus diperkuat. Perusahaan fotovoltaik Tiongkok akan bekerja sama dengan negara-negara Afrika untuk mengeksplorasi jalur pengembangan fotovoltaik yang sesuai dengan kondisi nasional Afrika, serta mendorong pembangunan berkelanjutan industri fotovoltaik di Afrika.
Sementara itu, kerja sama fotovoltaik Tiongkok–Afrika juga akan memberikan kontribusi signifikan terhadap transisi energi global. Sebagai kawasan berkembang terbesar di dunia, proses transisi energi Afrika memiliki arti penting dalam mencapai tujuan perubahan iklim global. Kerja sama antara perusahaan fotovoltaik Tiongkok dan negara-negara Afrika akan membantu Afrika mempercepat pengurangan ketergantungannya pada bahan bakar fosil, mewujudkan pembangunan hijau dan beremisi rendah, serta berkontribusi terhadap respons global terhadap perubahan iklim.
Tren naik ekspor modul fotovoltaik Tiongkok ke Afrika pada tahun 2025 merupakan manifestasi nyata dari keunggulan saling melengkapi dan manfaat bersama antara Tiongkok dan Afrika. Dalam konteks penyesuaian mendalam terhadap lanskap pasar fotovoltaik global, PWSOLAR telah membangun hubungan bisnis yang kuat dengan wilayah-wilayah dan negara-negara seperti Afrika Barat, Afrika Utara, dan Afrika Selatan. Perusahaan kami telah mengekspor ke pasar Afrika selama 14 tahun berturut-turut. Panel surya berdaya rendah dan berukuran kecil buatan PWSOLAR banyak digunakan dalam berbagai proyek di Afrika, seperti pertanian, pompa air, dan atap bangunan, serta sangat diminati oleh pengguna di Afrika. Panel-panel tersebut tidak hanya membuka jalan bagi industri fotovoltaik Tiongkok, tetapi juga memberikan dukungan kuat terhadap transformasi energi di pasar Afrika. Di masa depan, seiring semakin dalamnya kerja sama Tiongkok–Afrika, kerja sama fotovoltaik Tiongkok–Afrika pasti akan memasuki masa depan yang lebih baik, turut berkontribusi dalam pembangunan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia. PWSOLAR pun akan menjadi saksi sekaligus pelaku dalam proses ini. POWER WORLD, POWER LIFE.